KABUPATEN BEKASI – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi penting bagi masyarakat untuk memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam.
Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga sebagai upaya membebaskan hati dari berbagai bentuk keterikatan terhadap kehidupan duniawi.
Hal tersebut disampaikan Mudir JATMAN Kabupaten Bekasi, KH. Ishak Sakurdin, dalam memaknai kemerdekaan yang sesungguhnya.
Menurutnya, kemerdekaan sejati merupakan kondisi ketika seseorang mampu melepaskan ketergantungan dan keterbelengguan hati terhadap dunia, sehingga kehidupannya tidak semata-mata dikendalikan oleh kepentingan materi dan kesenangan duniawi.
«“Makna kemerdekaan adalah melepaskan ketergantungan dan terbelenggunya hati terhadap dunia,” ujar KH. Ishak Sakurdin.»
Ia menjelaskan, manusia tetap membutuhkan dunia untuk menjalani kehidupan, namun jangan sampai dunia menjadi sesuatu yang menguasai hati. Kemerdekaan sejati, kata dia, adalah ketika seseorang mampu menggunakan dunia sebagai sarana untuk berbuat kebaikan, bukan menjadikannya sebagai tujuan utama kehidupan.
“Kalau hati sudah terlalu bergantung kepada dunia, maka manusia sebenarnya belum merdeka. Kemerdekaan itu ketika kita mampu mengendalikan diri, tidak diperbudak oleh harta, jabatan, maupun kesenangan dunia,” tuturnya.
KH. Ishak juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan momentum HUT Kemerdekaan RI sebagai sarana introspeksi dan memperkuat nilai-nilai spiritual, kebangsaan serta kepedulian sosial.
Menurutnya, kemerdekaan harus diwujudkan melalui sikap bertanggung jawab, menjaga persatuan, menghormati sesama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus melahirkan manusia yang merdeka lahir dan batin. Merdeka dalam berpikir, merdeka dalam berbuat kebaikan, serta tidak menjadi hamba dari kepentingan dunia,” pungkasnya.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa kemerdekaan juga merupakan perjalanan membebaskan diri dari berbagai belenggu yang menghambat manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi bangsa.

