KABUPATEN BEKASI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi menerima audiensi dan silaturahmi Forum Umat Islam Bekasi di Jalan Haji Usmar Ismail, Jababeka II, Jalan Movie Land No. Kav 2B, Kecamatan Cikarang Utara, Rabu (09/09/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara organisasi keagamaan dalam merespons berbagai isu sosial kemasyarakatan dan mendukung pembangunan di Kabupaten Bekasi.
Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, KH Enjuk Marjuki, mengatakan pertemuan bersama Forum Umat Islam Bekasi yang diketuai Kiai Haji Drs. Shalihun Kurniawan tersebut membahas sejumlah isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah kita sudah menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi Forum Umat Islam Bekasi. Dalam pertemuan itu, kita berdiskusi terkait isu-isu yang ada di Bekasi,” ujarnya.
Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian adalah penguatan peran pondok pesantren, baik dalam bidang pendidikan maupun kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, kondisi objektif pesantren perlu terus diperhatikan agar keberadaannya dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Kita membahas peran dan fungsi pondok pesantren, kondisi objektif pondok pesantren di Kabupaten Bekasi, serta bagaimana output dan outcome pondok pesantren dapat berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Bekasi,” katanya.
Selain pesantren, audiensi juga membahas persoalan sosial kemasyarakatan, termasuk maraknya isu LGBT dan keberadaan tempat hiburan yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama.
“Kami satu frekuensi dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar untuk sama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan lembaga terkait meminimalisir penyakit-penyakit masyarakat yang ada di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
KH Enjuk menegaskan, upaya menjaga kondusivitas dan membina masyarakat harus dilakukan dengan pendekatan yang elegan, persuasif, serta sesuai dengan ketentuan dan koridor hukum yang berlaku.
“Tentunya dengan cara-cara yang elegan dan konstitusional, sehingga insya Allah kita bersama-sama dapat menjaga Kabupaten Bekasi dan meminimalisir penyakit-penyakit masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, PCNU juga menekankan pentingnya optimalisasi peran organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan dalam mendukung berbagai aspek pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pengentasan kemiskinan.
“Organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan memiliki peran masing-masing sesuai dengan kelembagaannya, sehingga dapat membantu pemerintah daerah sekaligus membantu masyarakat membangun keluarga yang sejahtera,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan pembinaan mental dan spiritual masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah munculnya berbagai persoalan sosial.
“Tidak menutup kemungkinan penyakit-penyakit sosial yang terjadi saat ini juga berkaitan dengan kurangnya perhatian terhadap pembinaan mental dan spiritual masyarakat,” katanya.
Sebagai tindak lanjut audiensi, PCNU Kabupaten Bekasi bersama Forum Umat Islam Bekasi berkomitmen menyusun dan menjalankan sejumlah program bersama, khususnya di bidang keagamaan dan pembinaan masyarakat.
“Kita sama-sama nanti menjalankan program-program bersama, termasuk program keagamaan. Tidak menutup kemungkinan kita juga membentuk satu wadah melalui MUI bersama organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (TJ)







