CIKARANG BARAT – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi memperkuat sinergi dengan dunia industri untuk memperluas akses pemagangan dan kesempatan kerja bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT JST Indonesia dan lima sekolah yang difasilitasi PCNU Kabupaten Bekasi di Conference Room PT JST Indonesia, Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Rabu (14/10/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Direktur Utama PT JST Indonesia, H. Engkos Kosasih, Sekretaris PCNU Kabupaten Bekasi, KH Muhammad Muslihin, serta lima kepala sekolah dari SMK Yapin Tambun, SMK Karya Pembaharuan, SMK Insan Nasional, SMK Nurul Azhar, dan SMK Tiara Bangsa. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan tenaga kerja industri.
Sekretaris PCNU Kabupaten Bekasi, KH Muhammad Muslihin, mengatakan kerja sama ini menjadi upaya untuk menghubungkan potensi pendidikan vokasi di lingkungan NU dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Melalui sinergi tersebut, para siswa diharapkan memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
“Yang pertama, kita ingin melakukan sinkronisasi dan inventarisasi keterampilan agar potensi yang ada bisa diakomodasi dan dikembangkan menjadi sesuatu yang produktif. Pada akhirnya, potensi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan kontribusi bagi NU, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, sejumlah program menjadi fokus pengembangan, mulai dari praktik kerja lapangan (PKL), pemagangan, hingga peluang penyerapan tenaga kerja. Selain itu, kemitraan ini diharapkan dapat mendorong penyesuaian kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan perusahaan sehingga lulusan SMK memiliki kesiapan lebih baik saat memasuki dunia kerja.
KH Muhammad Muslihin menjelaskan, program pemagangan dan penyaluran tenaga kerja telah berjalan. Ke depan, kerja sama ini akan diarahkan untuk memperkuat kesesuaian kurikulum sekolah dengan kebutuhan perusahaan, termasuk pengenalan budaya kerja dan keterampilan teknis yang dibutuhkan di lingkungan industri.

“Yang perlu di perhatikan adalah bagaimana kurikulum yang digunakan perusahaan bisa kita pelajari dan adaptasikan di sekolah. Dengan begitu, siswa memiliki bekal keterampilan yang sesuai sehingga proses adaptasi ketika masuk ke dunia kerja bisa lebih mudah,” jelasnya.
Lima sekolah yang terlibat dalam kerja sama tersebut adalah SMK Yapin Tambun, SMK Karya Pembaharuan, SMK Insan Nasional, SMK Nurul Azhar, dan SMK Tiara Bangsa. Keterlibatan kelima sekolah ini diharapkan menjadi percontohan awal pengembangan kemitraan antara lembaga pendidikan dan perusahaan industri di Kabupaten Bekasi.
Menurut Muslihin, Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis industri. Karena itu, konektivitas antara sekolah, organisasi kemasyarakatan, dan perusahaan perlu diperkuat agar potensi generasi muda dapat berkembang sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di daerah.
“Harapan ke depannya, kita bisa memiliki model pendidikan, termasuk di lingkungan pesantren, yang memiliki keterampilan industri. Jadi, pendidikan tidak hanya membekali generasi muda dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.
Selain pemagangan dan kesempatan kerja, PCNU Kabupaten Bekasi juga membuka peluang pengembangan kerja sama dalam bentuk dukungan peralatan industri bagi sekolah.
“Sebelum penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, terdapat enam mesin yang telah disalurkan ke sekolah-sekolah. Ke depan, peluang serupa diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung pembelajaran praktik siswa,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kerja sama dengan PT JST Indonesia menjadi bagian dari upaya PCNU Kabupaten Bekasi untuk memperluas jaringan kemitraan dengan sektor industri. Melalui kolaborasi ini, semakin banyak sekolah diharapkan dapat terhubung dengan perusahaan sehingga akses peningkatan keterampilan dan peluang kerja bagi para siswa semakin terbuka.
“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk menghubungkan potensi yang ada dengan kebutuhan industri. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa berkembang, menjadi contoh bagi sekolah lainnya, dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa serta masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (Tata)





